Cuaca 43 Derajat di Madinah, 358 Jemaah Haji Kaltara Kloter 7 Wajib Niat Umrah dari Dalam Bus

Penulis: Naufal Aditama  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 16:21:39 WIB
Cuaca ekstrem 43 derajat di Madinah, jemaah haji Kaltara Kloter 7 niat umrah dari dalam bus.

NUNUKAN — Rombongan jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah pada Jumat (15/5/2026) sore waktu Arab Saudi. Mereka akan melaksanakan umrah wajib setelah tiba di Kota Suci.

Ketua Kloter 7, H Sayid Abdullah, mengatakan perjalanan dimulai sekitar pukul 17.00 WAS dan diperkirakan tiba di Makkah pada pukul 23.00 WAS. Sebelum sampai, setiap jemaah diwajibkan mengambil miqat di Bir Ali sebagai penanda dimulainya niat umrah.

Jemaah Lansia dan Risti Dilarang Turun Bus

Namun, kondisi cuaca ekstrem di Madinah yang mencapai 43 derajat Celsius memaksa pihak kloter mengambil langkah khusus. Jemaah lanjut usia dan mereka yang masuk kategori risiko tinggi (risti) tidak diizinkan turun dari bus saat rombongan tiba di Bir Ali.

"Cuaca di Madinah sangat terik. Karena itu, jemaah risti cukup mengambil niat dari atas bus tanpa turun ke area masjid di Bir Ali," kata Sayid Abdullah dari Tanah Suci, Jumat (15/5/2026).

Ia menegaskan pihaknya tidak memberikan kesempatan bagi jemaah lansia untuk turun maupun melaksanakan salat di lokasi miqat. Langkah ini diambil semata-mata untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan panas berlebih.

Jadwal Umrah Wajib Setelah Salat Jumat

Setibanya di Makkah, rombongan tidak langsung diberangkatkan menuju Masjidil Haram. Pihak kloter harus menyesuaikan diri dengan pengaturan pergerakan jemaah yang ditetapkan oleh syarikah dan maktab selaku penyelenggara layanan di Arab Saudi.

"Setelah tiba di Makkah, jemaah akan diatur terlebih dahulu sesuai regulasi yang berlaku sambil menunggu informasi dari pihak syarikah dan maktab terkait jadwal pelaksanaan umrah," ujar Sayid Abdullah.

Faktor lain yang ikut dipertimbangkan adalah kedatangan rombongan yang bertepatan dengan hari Jumat. Aktivitas di Masjidil Haram pada hari tersebut biasanya lebih padat dan memiliki pengaturan khusus yang ketat. Sayid Abdullah memperkirakan jemaah asal Kaltara baru akan melaksanakan umrah wajib setelah salat Jumat selesai.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: pusaranmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top