NUNUKAN — Rombongan jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah pada Jumat (15/5/2026) sore waktu Arab Saudi. Mereka akan melaksanakan umrah wajib setelah tiba di Kota Suci.
Ketua Kloter 7, H Sayid Abdullah, mengatakan perjalanan dimulai sekitar pukul 17.00 WAS dan diperkirakan tiba di Makkah pada pukul 23.00 WAS. Sebelum sampai, setiap jemaah diwajibkan mengambil miqat di Bir Ali sebagai penanda dimulainya niat umrah.
Namun, kondisi cuaca ekstrem di Madinah yang mencapai 43 derajat Celsius memaksa pihak kloter mengambil langkah khusus. Jemaah lanjut usia dan mereka yang masuk kategori risiko tinggi (risti) tidak diizinkan turun dari bus saat rombongan tiba di Bir Ali.
"Cuaca di Madinah sangat terik. Karena itu, jemaah risti cukup mengambil niat dari atas bus tanpa turun ke area masjid di Bir Ali," kata Sayid Abdullah dari Tanah Suci, Jumat (15/5/2026).
Ia menegaskan pihaknya tidak memberikan kesempatan bagi jemaah lansia untuk turun maupun melaksanakan salat di lokasi miqat. Langkah ini diambil semata-mata untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan panas berlebih.
Setibanya di Makkah, rombongan tidak langsung diberangkatkan menuju Masjidil Haram. Pihak kloter harus menyesuaikan diri dengan pengaturan pergerakan jemaah yang ditetapkan oleh syarikah dan maktab selaku penyelenggara layanan di Arab Saudi.
"Setelah tiba di Makkah, jemaah akan diatur terlebih dahulu sesuai regulasi yang berlaku sambil menunggu informasi dari pihak syarikah dan maktab terkait jadwal pelaksanaan umrah," ujar Sayid Abdullah.
Faktor lain yang ikut dipertimbangkan adalah kedatangan rombongan yang bertepatan dengan hari Jumat. Aktivitas di Masjidil Haram pada hari tersebut biasanya lebih padat dan memiliki pengaturan khusus yang ketat. Sayid Abdullah memperkirakan jemaah asal Kaltara baru akan melaksanakan umrah wajib setelah salat Jumat selesai.