45 Santri SMAIT Ibnu Sina Nunukan Wisuda, Hafalan Tembus 11 Juz

Penulis: Naufal Aditama  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:00:44 WIB
santri SMAIT Ibnu Sina Nunukan resmi diwisuda setelah menuntaskan hafalan Al-Qur'an.

NUNUKAN — Suasana khidmat menyelimuti lantai V Kantor Bupati Nunukan saat puluhan siswa SMAIT Ibnu Sina Boarding School menjalani wisuda tahfidz. Para peserta didik ini berhasil menuntaskan hafalan dengan rentang capaian bervariasi, mulai dari 1 juz hingga 11 juz.

Kepala SMAIT Ibnu Sina, Ariffudin, menyebut wisuda ini sebagai puncak dedikasi panjang para siswa. Menghafal Al-Qur'an menuntut kedisiplinan baja serta pengorbanan waktu yang signifikan di tengah kesibukan akademik sekolah.

"Hari ini adalah hari syukur. Kita menyaksikan perjalanan panjang anak-anak menjaga adab, melatih disiplin, dan berjuang memperbaiki diri melalui Al-Qur'an," ujar Ariffudin di sela kegiatan.

Integrasi Al-Qur'an dan Prestasi Akademik

Satu santri mencuri perhatian dengan raihan hafalan 11 juz, sebuah pencapaian yang lahir dari sinergi guru, orang tua, dan ketekunan personal. Selain merayakan kelulusan tahfidz, sekolah juga melepas 21 siswa kelas XII untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Ariffudin menegaskan kurikulum sekolah tetap mendorong keunggulan di bidang teknologi tanpa menanggalkan identitas religius. Ia ingin para lulusan menjadikan Al-Qur'an sebagai motor penggerak untuk menjadi pribadi yang unggul dan bermanfaat bagi sesama.

"Mereka belajar bahwa menjadi penghafal Al-Qur'an bukan berarti meninggalkan prestasi dunia, tetapi menjadikannya sumber semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat," tegasnya.

Apresiasi Wakil Ketua DPRD Nunukan

Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Ir. Arpiah, S.T., M.I.Kom., mengaku terharu menyaksikan tumbuhnya generasi pecinta Al-Qur'an di daerahnya. Sebagai mantan kepala sekolah, Arpiah merasakan kedekatan emosional yang mendalam pada momen wisuda tersebut.

“Alhamdulillah, sebuah kebanggaan menyaksikan anak-anak tumbuh menjadi generasi Qurani. Ini kebahagiaan yang tak ternilai bagi saya,” ungkap Arpiah penuh haru.

Ia memberikan apresiasi khusus bagi wisudawan dengan hafalan 11 juz. Baginya, angka tersebut merupakan bukti nyata kesungguhan pembinaan karakter dan disiplin tinggi di lingkungan SMAIT Ibnu Sina.

Menjaga Nilai di Kehidupan Nyata

Arpiah berpesan agar para lulusan terus menjaga interaksi dengan kitab suci di luar seremoni wisuda. Ia berharap nilai-nilai Al-Qur'an menjadi kompas moral bagi pemuda Nunukan dalam menghadapi tantangan zaman.

“Semoga para wisudawan mengamalkan nilai Al-Qur’an dan menjadi cahaya bagi keluarga serta masyarakat,” ucapnya seraya mengutip Surah Fathir ayat 29. Ia berharap para pemuda ini membawa pengaruh positif bagi umat.

Menutup acara, Ariffudin mengingatkan wisudawan untuk menjaga nama baik almamater saat merantau nanti. Wisuda tahfidz bukanlah garis finish, melainkan awal tanggung jawab besar sebagai penjaga kalam ilahi di tengah masyarakat.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: narasipositif.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top