Pemprov Kaltara Resmikan Pasar Ikan Higienis Tarakan untuk Kendalikan Inflasi

Penulis: Obi Permana  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 15:25:47 WIB
Staf Ahli Gubernur Kaltara meresmikan Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Perikanan Tengkayu II, Tarakan.

TARAKAN — Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wahyuni Nuzband, meresmikan langsung operasional Pasar Ikan Higienis di kawasan Pelabuhan Perikanan Tengkayu II. Kehadiran pasar ini merupakan komitmen Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) dalam menyediakan akses pangan protein yang lebih bersih dan terjangkau bagi masyarakat pesisir.

Wahyuni, yang hadir mewakili Gubernur Kaltara, menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli biasa. Menurutnya, pasar tersebut dirancang untuk meningkatkan standar pelayanan di sektor perikanan yang menjadi salah satu pilar ekonomi daerah.

“Ini upaya nyata untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di sektor perikanan,” ujar Wahyuni dalam sambutannya di Tarakan.

Strategi Tekan Inflasi Melalui Harga Ikan Lebih Murah

Pendirian pasar ini berkaitan erat dengan kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltara untuk tahun anggaran 2026. Pemerintah daerah berupaya mengintervensi harga pasar agar tetap stabil dan tidak membebani daya beli masyarakat luas.

Masyarakat dapat memperoleh berbagai jenis ikan segar dengan harga yang lebih miring dibandingkan pasar tradisional lainnya. Terdapat selisih harga sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram di bawah harga pasar pada umumnya.

Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama peresmian. Wahyuni mencatat aktivitas perdagangan sudah mulai padat sejak pagi hari. "Sejak pukul 6 pagi, pembeli sudah ramai," ungkapnya.

Tren Positif Produksi Perikanan Tangkap Kaltara

Data menunjukkan potensi kelautan Kaltara terus mengalami pertumbuhan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Produksi perikanan tangkap pada 2023 tercatat sebesar 32.535 ton, kemudian meningkat menjadi 36.867 ton pada 2024.

Tren kenaikan ini diprediksi terus berlanjut hingga menyentuh angka 37.988 ton pada 2025. Wahyuni menilai capaian ini merupakan bukti ketangguhan para nelayan lokal dalam mengelola potensi laut di Bumi Benuanta.

“Ini bukti nelayan kita tangguh dan potensi kelautan Bumi Benuanta sangat luar biasa,” tambahnya.

Fasilitas Permanen dan Pemberdayaan UMKM Lokal

Pasar Ikan Higienis ini tidak hanya menyediakan ikan mentah seperti bandeng, bawal, kerapu, tongkol, hingga tenggiri. Pemerintah juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) untuk menjajakan produk olahan perikanan.

Langkah ini diharapkan mampu memperlancar rantai distribusi hasil laut dari hulu ke hilir. Keberadaan pasar permanen ini juga menjadi solusi bagi keberlanjutan usaha nelayan kecil agar memiliki akses pasar yang lebih pasti dan teratur.

Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Perikanan Tengkayu II dijadwalkan beroperasi setiap hari. Warga Tarakan dapat berkunjung mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WITA untuk mendapatkan pasokan ikan segar maupun produk olahan perikanan lainnya.

Reporter: Obi Permana
Back to top