Pencarian

Dekranasda Kaltara Bawa Anyaman Rotan hingga Batik Motif Benuanta ke Kriyanusa 2026 di Jakarta

Senin, 28 September 2026 • 16:46:01 WIB
Dekranasda Kaltara Bawa Anyaman Rotan hingga Batik Motif Benuanta ke Kriyanusa 2026 di Jakarta
Produk anyaman rotan dan singal Dekranasda Kaltara dipamerkan pada Kriyanusa 2026 di Jakarta Convention Center.

TANJUNG SELOR — Kriyanusa 2026 menjadi ruang promosi bagi perajin Kalimantan Utara untuk memperluas jejaring usaha dan peluang pasar. Ajang tahunan kriya nasional itu digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 26—30 September 2026, dengan tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia".

Dekranasda Kaltara memboyong sejumlah produk khas daerah ke pameran tersebut. Selain anyaman rotan dan singal, ada pula tenun serta batik bermotif Kaltara. Produk-produk itu dinilai bukan sekadar komoditas bernilai ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Benuanta.

Pembinaan Perajin Jadi Kunci Kualitas Produk

Ketua Dekranasda Kaltara Rahmawati Zainal menyebut pengembangan kriya daerah menuntut pembinaan dan kolaborasi berkelanjutan. Peningkatan kualitas produk, menurut dia, harus sejalan dengan upaya menjaga identitas budaya daerah.

"Perajin perlu terus dibina agar kualitas dan kreativitasnya meningkat. Dengan begitu, produk Kaltara bisa semakin dikenal dan bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Rahmawati.

Pembinaan itu mencakup peningkatan mutu produk, inovasi desain, pemilihan bahan baku, hingga strategi pewarnaan. Tujuannya memastikan kriya Kaltara tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga punya nilai tambah.

410 Stan, 257 Peserta dari Berbagai Daerah

Kriyanusa tahun ini diikuti 410 stan yang diisi 257 peserta. Pesertanya terdiri dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, pelaku UMKM, serta berbagai unsur masyarakat.

Karya yang dipamerkan beragam, mulai dari produk berbahan kayu, batik dan tenun, logam, kulit, anyaman, kertas, material daur ulang, keramik, hingga tanah liat. Rangkaian acara juga diisi fashion show, parade wastra, talk show, workshop, penghargaan stan terbaik dan kriya potensial, serta program berbasis teknologi digital.

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu daya tarik pameran. Pengunjung bisa mencoba pengalaman digital immersive, hologram, hingga membatik secara digital. Perpaduan itu menunjukkan pelestarian tradisi bisa berjalan bersama kreativitas dan perkembangan teknologi.

Teknologi dan Pasar Jadi Tantangan Perajin

Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan menilai kriya merupakan bagian dari kekayaan budaya dan identitas daerah yang berpotensi besar menjadi kekuatan ekonomi kreatif Indonesia. Perkembangannya tetap harus berakar pada tradisi, namun dibarengi kreativitas, inovasi, teknologi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

"Tradisi tetap hidup, tetapi terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, teknologi serta kemampuan membaca kebutuhan pasar," ujar Ayu.

Pameran dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming. Hadir pula Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, jajaran Pengurus Pusat Dekranas, serta pengurus Dekranasda dari berbagai daerah.

Melalui Kriyanusa 2026, Dekranasda Kaltara berharap makin banyak produk kriya daerah mendapat ruang promosi, membuka jejaring usaha, dan memperluas akses pasar. Perpaduan tradisi, kreativitas, dan teknologi diharapkan membuat kriya Benuanta semakin dikenal tanpa kehilangan identitas budayanya.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beraupost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks