TARAKAN — Kepala BPS Kaltara Mustaqim menyampaikan data tersebut pada Jumat (25/9), dengan catatan bahwa hotel bintang di provinsi ini tersebar di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan. TPK 53,95 persen berarti rata-rata separuh lebih kamar hotel bintang yang tersedia terjual selama Juli 2026.
Penurunan bulanan tidak serta-merta menandakan lesunya kunjungan. Dibanding Juli 2025, TPK hotel bintang justru naik 6,44 poin dari 47,51 persen. Kelompok hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga mencatat kenaikan 1,12 poin dari 27,07 persen menjadi 28,19 persen.
“Penurunan TPK juga terjadi pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya. Pada Juli 2026, TPK kelompok tersebut tercatat 28,19 persen, turun 2,76 poin dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 30,95 persen,” terang Mustaqim.
Selisih TPK antara hotel bintang dan nonbintang mencapai 25,76 poin pada Juli 2026. Artinya, hotel berbintang masih jadi pilihan utama tamu yang datang ke Kaltara, sementara akomodasi nonbintang belum terisi separuh dari kapasitasnya.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada seluruh hotel bintang, hotel nonbintang, dan akomodasi lainnya di Kaltara mencapai 1,44 hari. Angka itu turun 0,04 hari dibanding Juni 2026 yang mencapai 1,48 hari.
Tamu asing tercatat menginap lebih lama, yakni 2,26 hari, sementara tamu Indonesia rata-rata 1,44 hari. Pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, rata-rata lama menginap secara keseluruhan 1,39 hari.
Kota Tarakan mencatat rata-rata lama menginap tertinggi 1,58 hari. Posisi berikutnya ditempati Malinau 1,35 hari, Nunukan 1,25 hari, Tana Tidung 1,15 hari, dan Bulungan 1,13 hari.
Pada hotel bintang, rata-rata lama menginap tamu asing pada Juli 2026 sebesar 1,52 hari, turun 0,18 hari dibanding Juni 2026. Sementara tamu Indonesia tercatat 1,64 hari, turun 0,10 hari dibanding bulan sebelumnya.
“Sementara pada hotel bintang, rata-rata lama menginap tamu asing pada Juli 2026 sebesar 1,52 hari, turun 0,18 hari dibandingkan Juni 2026,” jelas Mustaqim.
Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 1,64 hari. Angka itu turun 0,10 hari dibanding Juni 2026, tetapi naik 0,25 hari dibanding Juli 2025 yang sebesar 1,39 hari.
“Kami juga mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel bintang tertinggi dalam periode Januari 2025 hingga Juli 2026 terjadi pada Februari 2026 dan Juni 2026, masing-masing sebesar 1,74 hari. Sementara angka terendah tercatat pada Januari 2025 sebesar 1,22 hari,” tandasnya.
Data BPS Kaltara ini menjadi potret awal semester kedua 2026 bagi industri perhotelan di provinsi tersebut. Pelaku usaha akomodasi di Tarakan, Bulungan, dan Nunukan masih menanti apakah tren kenaikan tahunan berlanjut hingga akhir 2026.