TANJUNG SELOR — Kepengurusan baru Forum TJSLBU Kaltara terpilih lewat Musda II yang digelar di Tanjung Selor. Gubernur Zainal A. Paliwang meminta jajaran pengurus segera menyusun peta jalan kerja yang terukur dan aplikatif, bukan sekadar menjalankan program seremonial.
Menurut Gubernur, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia usaha berperan sebagai akselerator dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah pelosok Kaltara. APBD saja tidak cukup menutup seluruh kebutuhan pembangunan.
Gubernur menempatkan Forum TJSLBU sebagai penghubung komunikasi, konsultasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan. Posisi itu dinilai strategis untuk memastikan program tanggung jawab sosial perusahaan tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Forum TJSLBU memegang peran strategis sebagai jembatan komunikasi, konsultasi, dan kolaborasi. Kita ingin seluruh program tanggung jawab sosial perusahaan berjalan selaras dengan agenda prioritas pembangunan daerah, sehingga manfaatnya benar-benar langsung dirasakan oleh rakyat," ujar Gubernur Zainal.
Pernyataan itu disampaikan saat menutup Musda II Forum TJSLBU Provinsi Kaltara. Forum tersebut menghasilkan susunan pengurus untuk lima tahun ke depan.
Pelantikan pengurus masa bakti 2026–2031 menjadi bagian dari rangkaian penutupan Musda II. Gubernur menyebut jabatan itu sebagai tanggung jawab besar, bukan posisi simbolis.
"Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Jadikan forum ini sebagai motor penggerak sinergi yang solid antara pemerintah dan dunia usaha demi mewujudkan Kaltara yang semakin maju dan sejahtera," pesannya.
Pengurus baru diharapkan langsung bekerja menyusun rencana yang bisa dievaluasi, dengan indikator jelas dan sasaran wilayah yang tepat. Wilayah pelosok menjadi perhatian utama karena keterbatasan akses layanan dasar di sana.
Pemerintah Provinsi Kaltara menilai kolaborasi lintas sektor sebagai jalan keluar dari keterbatasan fiskal daerah. Sektor swasta yang beroperasi di Kaltara diharapkan menyalurkan program CSR ke sektor yang bersinggungan langsung dengan warga.
Rangkaian acara penutupan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen pembangunan.