TANJUNG SELOR — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara Denny Harianto menegaskan Pemprov Kaltara akan memakai konsep money follow priority pada perencanaan anggaran tahun 2027. Prinsip itu dipilih karena kondisi APBD 2027 diprediksi tidak berbeda jauh dengan tahun 2026.
Dengan pendekatan tersebut, anggaran yang terbatas difokuskan untuk program utama pembangunan. Program yang dinilai tidak mendesak akan disesuaikan.
Denny menjelaskan, money follow priority adalah prinsip perencanaan anggaran di mana dana dialokasikan untuk program yang menjadi prioritas dan berdampak besar bagi masyarakat.
Kebijakan itu disampaikan Denny saat memimpin apel pagi gabungan di Halaman Kantor Gubernur, Tanjung Selor, Senin (21/9).
"Tahun ini untuk 2027, dengan kondisi APBD tidak berbeda jauh dengan tahun 2026, saya akan mengajak semuanya untuk money follow priority," ucap Denny.
Selain soal perencanaan anggaran, Denny mengapresiasi keberhasilan Misi Dagang antara Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Kaltara yang digelar di Hotel Tarakan Plaza. Kegiatan itu mencatatkan transaksi hingga Rp 2,5 triliun.
Capaian tersebut dinilai luar biasa karena dipersiapkan dalam waktu singkat dan tanpa menggunakan APBD Kaltara sama sekali.
"Hal inilah yang patut kita contoh bahwa sesuatu yang besar bukan berarti kita harus mengeluarkan sesuatu yang besar juga," ujar Denny.
Di akhir amanatnya, Denny berpesan agar ASN menjaga kesehatan, semangat, dan kekompakan dalam menjalankan tugas.
"Jaga kesehatan, jaga semangat dan jaga kekompakan. Kita akan menemui titik tersulit, tapi jangan pernah berhenti, bahwa cerita hebat sedang kita mulai," tutup Denny.
Penerapan money follow priority akan menjadi acuan Pemprov Kaltara dalam menyusun program kegiatan sepanjang 2027. Setiap program yang tidak masuk daftar prioritas akan dievaluasi dan disesuaikan dengan kemampuan APBD.