PDSI Dorong Jadi Pusat Kompetensi Drilling Pertamina di Tengah Transformasi

Penulis: Mirza Fachri  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:18:31 WIB
Pertama, Ketua Umum SP-PDSI Rahmat Wijaya menyampaikan pandangannya dalam peringatan HUT ke-16 di IDTC, Kalimantan Utara.

KALIMANTAN UTARA — Rahmat Wijaya, Ketua Umum SP-PDSI, menegaskan bahwa transformasi yang berjalan di tubuh Pertamina tidak boleh menggerus kompetensi inti yang sudah dibangun bertahun-tahun. "Perusahaan yang kuat membutuhkan pekerja-pekerja yang kompeten, terlindungi, serta memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap perusahaan. Transformasi atau streamlining harus memastikan bahwa kapabilitas strategis yang telah dibangun selama bertahun-tahun tidak melemah, harus diperkuat," ujarnya di hadapan anggota serikat.

Drilling Bukan Sekadar Sewa Rig

Menurut Rahmat, kompetensi pengeboran adalah tulang punggung ketahanan energi nasional. Ia menekankan bahwa bisnis drilling tidak bisa direduksi hanya pada jumlah rig atau kontrak jasa sewa.

"Di balik setiap rig yang beroperasi, ada kompetensi, ada pengalaman, dan ada keberlanjutan produksi, serta ada ketahanan energi di sana," tegasnya.

IDTC, lokasi peringatan HUT kali ini, disebut memiliki peran vital sebagai tempat mencetak SDM pengeboran yang mumpuni. SP-PDSI menilai masa depan drilling diukur dari kualitas insan yang lahir dari pusat pelatihan tersebut, bukan semata dari banyaknya alat berat yang beroperasi.

"Seberapa kompeten drilling engineer yang kita lahirkan dari sini. Seberapa kompeten rig superintendent, tour pusher yang kita lahirkan dari IDTC. Inilah aset yang harus kita jaga," kata Rahmat.

Siap Jadi Mitra Kritis Manajemen

SP-PDSI menyatakan sikapnya mendukung perubahan yang menciptakan nilai dan efisiensi nyata bagi daya saing Pertamina. Namun, dukungan itu dibarengi dengan sikap kritis agar aspek keselamatan operasi dan keberlanjutan bisnis tetap terjaga.

"Kita tidak lagi bertanya apa yang diberikan perusahaan buat kita. Tapi kita harus bertanya apa yang pekerja berikan untuk membuat perusahaan kita semakin kuat," ujar Rahmat Wijaya.

Serikat mengingatkan setiap perubahan organisasi harus mempertimbangkan keselamatan operasi, keberlangsungan bisnis, perlindungan kompetensi strategis, serta keberlanjutan para pekerja. "Yang kita bicarakan bukan sekedar bentuk organisasi. Yang kita bicarakan adalah bagaimana menjaga dan memperkuat kemampuan Pertamina dalam pengembaraan demi kedaulatan energi Indonesia," tambahnya.

Masa Depan Bisnis Pengeboran Nasional

Acara HUT ke-16 SP-PDSI ini turut dihadiri Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar, serta sejumlah pengamat energi nasional seperti Ugan Gandar, Sofyano Zakaria, Ferdinand Hutahaean, Salamuddin Daeng, dan Marwan Batubara. Para pihak membahas masa depan bisnis pengeboran, transformasi Pertamina Subholding Upstream, ketahanan energi, serta posisi strategis PDSI dalam ekosistem hulu migas nasional.

SP-PDSI mengajak seluruh pekerja menjaga Pertamina dengan kinerja, profesionalisme, keselamatan, integritas, dan persatuan. Dorongan penguatan PDSI ini menjadi sinyal penting di tengah upaya Pertamina merampingkan organisasi, agar efisiensi tidak mengorbankan kapabilitas teknis yang menjadi fondasi produksi migas nasional.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top