NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan vokasi bagi warga. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja kompeten di sektor industri dan jasa yang tumbuh di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia itu.
Pelatihan vokasi ini diprioritaskan bagi warga Nunukan yang belum memiliki pekerjaan tetap atau ingin meningkatkan keterampilan. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja membuka pendaftaran untuk berbagai kelompok usia produktif, dengan fokus pada mereka yang putus sekolah atau lulusan SMA yang belum terserap pasar kerja.
Pemkab Nunukan menyiapkan instruktur dari lembaga pelatihan kerja yang telah bersertifikasi. Setiap peserta akan mendapatkan materi praktik langsung, bukan sekadar teori di kelas.
Beberapa bidang pelatihan yang disediakan antara lain las listrik, tata boga, menjahit, dan keterampilan otomotif. Pemilihan jenis pelatihan ini didasarkan pada kebutuhan riil perusahaan di Nunukan, terutama di sektor perkebunan, perikanan, dan perdagangan lintas batas.
“Kami ingin lulusan pelatihan ini langsung bisa bekerja, bukan malah menambah daftar pengangguran. Karena itu, kurikulumnya kami sesuaikan dengan permintaan pasar,” ujar Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Nunukan dalam keterangan resmi.
Setiap peserta mengikuti pelatihan selama kurang lebih dua pekan, tergantung pada tingkat kesulitan keterampilan yang dipilih. Setelah dinyatakan lulus, mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui oleh pemerintah daerah.
Sertifikat ini menjadi syarat utama untuk melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan Pemkab Nunukan. Pemerintah daerah juga membuka jalur informasi lowongan kerja bagi para alumni pelatihan.
Program ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka di Nunukan yang masih cukup tinggi, terutama di kalangan pemuda. Dengan bekal keterampilan vokasi, warga tidak perlu lagi merantau ke luar daerah untuk mencari pekerjaan.
Pemkab Nunukan menargetkan setidaknya 200 warga mengikuti pelatihan pada tahap pertama. Jika hasilnya positif, program ini akan diperluas ke kecamatan-kecamatan lain yang selama ini minim akses terhadap pelatihan kerja.