TARAKAN — Kepala BNNP Kalimantan Utara, Abdul Hasyim, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremonial peringatan HANI, melainkan aksi sosial yang berdampak langsung. Ia menyebut donor darah menjadi wujud kepedulian kemanusiaan dan semangat berbagi kepada sesama.
“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menunjukkan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tidak hanya berfokus pada upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian dan kontribusi nyata BNN kepada sesama,” ujar Abdul Hasyim dalam keterangannya.
Pelaksanaan donor darah melibatkan PMI Kota Tarakan yang bertugas memeriksa kesehatan peserta dan melakukan proses pengambilan darah sesuai standar medis. Sejumlah instansi dan perguruan tinggi di Kalimantan Utara turut berpartisipasi sebagai pendonor.
Abdul Hasyim menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah. “Semangat gotong royong dan kepedulian sosial perlu terus ditumbuhkan. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan seperti donor darah,” katanya.
Donor darah di BNNP Kalimantan Utara merupakan bagian dari gerakan serentak yang digelar seluruh satuan kerja BNN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia. Publikasi kegiatan ini, menurut Abdul Hasyim, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan yang bermanfaat.