KALIMANTAN UTARA — Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, merilis data terbaru hasil monitoring lembaganya. "Hingga tanggal 20 Juni 2026 pukul 10.38 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 1.074 gempa bumi susulan dengan kekuatan terbesar M 5,7," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).
BMKG mencatat gempa susulan terbanyak terjadi dalam 12 jam pertama setelah gempa utama, mencapai 255 kejadian. Intensitas getaran kemudian berangsur menurun, meskipun aktivitas seismik masih tercatat puluhan hingga ratusan kali dalam setiap periode pengamatan.
Gempa susulan terbaru yang terekam terjadi pada Sabtu (20/6) pukul 11.03 Wita. Gempa berkekuatan magnitudo 2,7 ini berpusat di koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,00 Bujur Timur, atau sekitar 31 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, dengan kedalaman 5 kilometer.
Djati menjelaskan karakteristik gempa yang terjadi. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palolo," paparnya.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap) dan laporan warga, gempa M 2,7 tersebut dirasakan di wilayah Sigi dengan intensitas II-III MMI. Pada skala itu, getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan kerusakan akibat rangkaian gempa susulan tersebut. Dari total 1.074 kejadian, hanya 46 gempa yang getarannya dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat.
BMKG mengimbau warga Sulawesi Tengah untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tegas Djati.