TANJUNG SELOR — Perlombaan Tradisional Sumpit Dayak resmi dibuka oleh Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, di Mako Brimob Yon A Pelopor, Tanjung Selor, Sabtu (20/6). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dikemas dengan nuansa budaya lokal.
Hadir dalam acara tersebut Wakapolda Kaltara, para pejabat utama Polda Kaltara, perwakilan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara. Sejumlah tokoh adat, masyarakat, dan komunitas olahraga sumpit dari berbagai daerah juga turut memeriahkan ajang ini.
Perlombaan sumpit ini tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan. Polda Kaltara menyebut kegiatan ini sebagai upaya nyata melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
"Ini menunjukkan bahwa olahraga sumpit memiliki daya tarik yang kuat sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur," ujar Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, dalam sambutannya.
Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari kekayaan bangsa. Ia juga mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap perlombaan ini.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga dimanfaatkan Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif, budaya, dan sosial. Kapolda menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian budaya, pembinaan olahraga tradisional, serta mempererat kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat," pungkasnya.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan pertandingan ekshibisi. Kapolda Kaltara, Wakapolda, dan para pejabat utama berkesempatan mencoba langsung olahraga sumpit tradisional Dayak bersama tamu undangan.
Melalui kegiatan ini, Polda Kaltara berharap olahraga tradisional sumpit Dayak semakin dikenal luas, diminati oleh generasi muda, serta menjadi sarana memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Tujuannya untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya daerah, dan mewujudkan Kalimantan Utara yang aman, harmonis, serta berbudaya dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.