KALIMANTAN UTARA — Turnamen e-sport yang digagas Polda Jateng itu telah memasuki babak final di De Tjolomadoe, Karanganyar, pada Sabtu (20/6/2026). Seluruh perwakilan dari polres se-Jawa Tengah bertanding memperebutkan tiket menuju Kapolri Cup 2026.
Kapolda Jateng, Irjen Ribut Hari Wibowo, menyebut inisiatif ini sebagai bentuk transformasi kepolisian. Ia menyadari mayoritas masyarakat Indonesia saat ini adalah generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alpha.
"Ini bukti transformasi kepolisian. Kami menyadari 70 persen masyarakat Indonesia sekarang didominasi oleh milenial, Gen Z dan Gen Alpha. Otomatis masyarakat yang harus kita layani, menjadi customer kita, 70 persen adalah generasi muda," kata Ribut dalam sambutannya.
Menurut Ribut, turnamen ini merupakan bagian dari program besar bernama Jateng Youth Movement. Polri tidak hanya bertindak sebagai pelindung, tetapi juga sebagai pendukung aktivitas positif generasi muda.
"Jangan sampai masa depan kita AFK dari cita-cita kita, yang main Mobile Legend pasti tahu," ujarnya, menyelipkan istilah populer di komunitas game. Ia berharap ruang positif seperti ini bisa mencegah anak muda terjerumus ke pengaruh negatif.
Ribut berencana menjadikan Kapolda Jateng Cup dan Kapolres Cup sebagai agenda tahunan. Ia optimistis wakil dari Jawa Tengah bisa memenangkan Kapolri Cup 2026.
"Tunjukkan generasi muda hari ini adalah yang terpilih dari tingkat polres, dari tingkat polsek, dan sekarang bertanding di Polda Jateng Cup. Insyaallah, putra-putri terbaik Jateng bisa memenangkan Kapolri Cup 2026," tuturnya.