Struktur Besi Dermaga Sei Jepun di Nunukan Keropos, Dishub Pastikan Perbaikan Vital dalam Sebulan

Penulis: Naufal Aditama  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21:31 WIB
Struktur besi dermaga Sei Jepun di Nunukan mengalami keropos akibat paparan air laut.

NUNUKAN — Ancaman terhadap jalur vital masyarakat di perbatasan Kalimantan Utara kini menjadi perhatian serius. Dermaga Sei Jepun yang menghubungkan Pulau Nunukan dan Sebatik dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian struktur besinya akibat paparan air laut yang terus-menerus. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan menghambat distribusi logistik di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Nunukan, Abdul Munir, memastikan perbaikan akan segera dimulai. Seluruh perencanaan teknis telah rampung dan kini tinggal menunggu pelaksanaan di lapangan yang ditargetkan berlangsung dalam waktu sekitar satu bulan.

Fokus Perbaikan pada Tiang Pancang dan Struktur Keropos

Abdul Munir menjelaskan bahwa pekerjaan akan difokuskan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan paling kritis. "Kegiatan ini sudah dihitung, tinggal nanti di lapangan. Kira-kira satu bulan lagi kami akan mengerjakan dermaga yang terbongkar, termasuk besi yang sudah keropos akibat air laut," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Tak hanya mengganti material yang rusak, Dishub juga akan melakukan penguatan pada tiang pancang. Langkah ini untuk menjaga stabilitas bangunan dari terpaan arus laut yang kuat dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di perairan Nunukan. "Pemeliharaan tiang pancang ini untuk mengantisipasi agar dermaga tidak lari atau bergerak karena besarnya arus," tegas Abdul Munir.

Jalur Hidup Masyarakat Perbatasan

Dermaga Sei Jepun bukan sekadar infrastruktur biasa. Setiap hari, dermaga ini menjadi jalur utama mobilitas warga, distribusi barang kebutuhan pokok, hingga aktivitas perdagangan yang menopang perekonomian kawasan perbatasan. Kerusakan yang dibiarkan berlarut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang serta aktivitas bongkar muat.

Pemerintah Kabupaten Nunukan pun berupaya memastikan perbaikan dilakukan secepat mungkin. "Pemerintah harus memastikan kegiatan masyarakat, baik pergerakan orang maupun barang, tetap berjalan lancar. Karena itu kondisi dermaga harus terus dijaga agar tidak menghambat aktivitas warga," ujar Abdul Munir.

Harapan Warga: Perbaikan Cepat Tanpa Ganggu Aktivitas

Sultan (42), seorang penumpang asal Sebatik yang rutin menggunakan dermaga tersebut, mengaku lega dengan rencana perbaikan. Menurutnya, kondisi beberapa bagian dermaga memang sudah memprihatinkan dan membuat pengguna khawatir saat naik maupun turun dari kapal.

"Kalau memang segera diperbaiki tentu kami sangat mendukung. Dermaga ini setiap hari dipakai masyarakat, jadi faktor keamanan harus menjadi prioritas. Beberapa bagian memang sudah terlihat berkarat dan rusak," ujar Sultan.

Ia berharap proses perbaikan dapat dilakukan tepat waktu tanpa mengganggu aktivitas penyeberangan. "Mudah-mudahan pengerjaannya cepat dan tetap memperhatikan kelancaran aktivitas penumpang. Karena banyak warga yang bergantung pada jalur ini untuk bekerja, berdagang, maupun urusan keluarga," tambahnya.

Sultan juga berharap setelah perbaikan selesai, pemerintah dapat melakukan pemeliharaan secara berkala agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi dan Dermaga Sei Jepun tetap aman digunakan dalam jangka panjang.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top