KALIMANTAN UTARA — Dua sumur pengembangan yang berhasil dibor PHKT terbukti mampu memberikan tambahan pasokan minyak yang signifikan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengonfirmasi bahwa tambahan produksi sebesar 1.865 barel per hari tersebut berasal langsung dari Lapangan Sejadi. Wilayah kerja ini merupakan salah satu aset strategis Pertamina di sektor hulu yang berlokasi di perairan timur Kalimantan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari proses pengeboran yang disebutkan rampung tepat pada pertengahan Juni 2026. Dengan adanya pasokan baru, PHKT diharapkan dapat mempertahankan laju produksi di tengah tekanan alami penurunan sumur eksisting.
Setiap tambahan produksi minyak mentah dari dalam negeri berdampak langsung pada pengurangan ketergantungan terhadap impor. Dengan tambahan 1.865 barel per hari, pasokan minyak untuk kilang Pertamina di dalam negeri menjadi lebih terjamin. Hal ini pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat dan industri di Indonesia.
Lapangan Sejadi sendiri selama ini menjadi salah satu andalan produksi di Kalimantan Timur. Aktivitas pengeboran di lepas pantai memang memiliki tantangan teknis tinggi, namun hasilnya terbukti mampu memberikan kontribusi nyata terhadap target produksi nasional.
Pertamina melalui SKK Migas dipastikan akan terus menggenjot aktivitas pengeboran sumur baru untuk mengkompensasi penurunan alamiah produksi. Keberhasilan di Lapangan Sejadi ini bisa menjadi model bagi pengembangan lapangan-lapangan lain di sekitar Kalimantan Timur. Ke depannya, efisiensi biaya pengeboran dan percepatan waktu operasi menjadi kunci agar proyek serupa bisa lebih cepat memberikan hasil.
Tambahan produksi 1.865 BOPD ini menjadi bukti bahwa potensi migas lepas pantai Indonesia masih cukup besar untuk terus dikembangkan demi kemandirian energi bangsa.