KALIMANTAN UTARA — Data yang dirilis World Atlas mengonfirmasi bahwa Indonesia, Jepang, dan China menjadi tiga negara dengan tingkat risiko gempa bumi tertinggi secara global. Peringkat ini didasarkan pada frekuensi aktivitas seismik yang terekam di sepanjang Cincin Api Pasifik.
Indonesia berada di pertemuan Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Pergerakan ketiganya menghasilkan tekanan tektonik yang dilepaskan dalam bentuk gempa bumi secara periodik.
Kondisi ini membuat negeri ini tidak hanya rentan terhadap gempa, tetapi juga terhadap tsunami, letusan gunung api, banjir, dan tanah longsor. Dalam catatan World Atlas, Indonesia menempati posisi teratas dalam daftar negara rawan bencana secara keseluruhan.
Jepang yang berada di peringkat kedua memang mencatat gempa hampir setiap hari dalam skala kecil. Namun, negeri Sakura itu telah mengembangkan sistem peringatan dini dan teknologi bangunan tahan gempa yang sangat maju untuk mengurangi risiko.
China di posisi ketiga memiliki wilayah sangat luas dengan sejumlah zona patahan aktif. Gempa bumi berkekuatan besar di China dalam sejarah telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah signifikan.
Berikut urutan lengkap negara paling rawan gempa versi World Atlas:
Filipina dan Iran masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima. Filipina menghadapi ancaman gempa yang kerap memicu tanah longsor, sementara Iran memiliki banyak kota yang berada dekat dengan jalur patahan aktif.
Cincin Api Pasifik adalah jalur seismik yang mengelilingi Samudera Pasifik dan menjadi pusat aktivitas gempa bumi serta gunung berapi terbesar di dunia. Sebagian besar negara dalam daftar ini berada di kawasan tersebut.
Gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di bawah permukaan bumi. Ketika dua lempeng saling bertumbukan, bergeser, atau menjauh, energi yang tersimpan dilepaskan dalam bentuk getaran. Negara yang berada di sekitar batas lempeng tektonik aktif biasanya lebih sering mengalami aktivitas seismik.