TARAKAN — Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) segera memiliki layanan cuci darah atau hemodialisa dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk mengurai penumpukan pasien gagal ginjal yang selama ini hanya terlayani di RSUD dr. H. Jusuf SK.
Direktur RSUKT, dr. Rozi Djoko Arfiono, M.M., mengatakan pihaknya sudah memiliki peralatan dan tenaga medis yang kompeten. “Kami berusaha membuka untuk membagi pasiennya supaya tidak terlalu menunggu lama, supaya lebih cepat tertangani,” ujarnya.
Layanan hemodialisa ini menjadi tambahan dari dua layanan unggulan yang sudah lebih dulu beroperasi di RSUKT, yaitu CT-Scan dan Mamografi. Ketiganya merupakan bagian dari upaya Pemkot Tarakan memperkuat fasilitas kesehatan milik daerah.
Dengan adanya mesin cuci darah di RSUKT, pasien dari berbagai wilayah di Tarakan dan sekitarnya memiliki alternatif tempat berobat. Selama ini, antrean panjang kerap terjadi di RSUD dr. H. Jusuf SK karena menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan untuk kasus ginjal.
Rozi mengaku tidak ada kendala berarti dalam persiapan pembukaan layanan ini. Peralatan medis sudah terpasang dan tenaga ahli di bidang hemodialisa sudah siap bertugas. “Tinggal membuka pelayanan saja,” katanya singkat.
Pembukaan layanan hemodialisa di RSUKT diharapkan bisa meningkatkan akses dan kecepatan penanganan pasien gagal ginjal. Rumah sakit milik Pemkot Tarakan itu pun semakin lengkap dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar hingga spesialistik.