Cuaca 42 Derajat dan Aplikasi Nusuk Error: Dua Tantangan Jemaah Haji Kaltara di Madinah

Penulis: Mirza Fachri  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 20:32:16 WIB
Jemaah haji Kaltara menghadapi suhu 42 derajat Celsius saat menjalani ibadah di Madinah.

TARAKAN — Suhu di Kota Madinah yang menyentuh 42 derajat Celsius pada siang hari menjadi ujian tersendiri bagi jemaah haji asal Kalimantan Utara. Mereka tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan dan saat ini tengah menjalani rangkaian ibadah di kota tersebut sebelum diberangkatkan ke Makkah pada 14 Mei 2026.

Suhu Siang Capai 42 Derajat, Jemaah Diminta Tak Paksakan Diri

Ketua Kloter 7 Balikpapan, Sayid Abdullah, mengatakan suhu di Madinah sangat menyita perhatian. Pada siang hari, suhu berkisar antara 40 hingga 42 derajat Celsius, sementara malam hari turun ke angka 31-33 derajat Celsius.

“Kami selalu mengingatkan jemaah untuk menyesuaikan aktivitas, terutama di siang hari, menjaga kondisi tubuh, dan tidak memaksakan diri,” ujar Sayid saat dihubungi, Senin (11/5/2026).

Pihak kloter terus mengimbau jemaah untuk tidak terlalu lama berada di luar hotel, khususnya saat puncak panas. Aktivitas fisik berat di luar ruangan sangat tidak disarankan.

Aplikasi Nusuk Sering Error, Kartu Fisik Jadi Solusi

Selain cuaca, jemaah juga menghadapi kendala teknis pada aplikasi Nusuk yang menjadi akses utama untuk masuk ke area Raudhah di Masjid Nabawi. Aplikasi tersebut kerap tidak stabil dan harus dicoba berkali-kali.

“Ada kendala di aplikasi Nusuk, kadang tidak stabil saat digunakan untuk masuk Raudhah, jadi harus dicoba beberapa kali,” jelas Sayid.

Jika kendala muncul, jemaah diarahkan ke counter Nusuk di sekitar Masjid Nabawi untuk memperbarui data. Sebagai antisipasi, seluruh jemaah telah dibekali kartu Nusuk fisik sejak keberangkatan dari Embarkasi Balikpapan.

Ibadah Tetap Lancar, Ziarah ke Sejarah Islam Berjalan

Meski dihadapkan pada cuaca ekstrem dan hambatan teknis, pelaksanaan ibadah jemaah Kaltara sejauh ini berjalan lancar. Mereka masih bisa mengikuti salat berjamaah di Masjid Nabawi dan menjalankan sunnah arba’in.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan baik, jemaah tetap bisa mengikuti salat berjamaah, sunnah arba’in, dan ziarah ke tempat-tempat bersejarah,” pungkas Sayid.

Rombongan juga telah menjalani ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah Islam, seperti Jabal Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan kebun kurma. Rombongan Kloter 7 dijadwalkan bertolak menuju Kota Mekkah pada 14 Mei 2026 pukul 17.00 waktu Arab Saudi untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top