TANJUNG SELOR — Dua titik akses warga di pedalaman Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kembali pulih setelah Kodim 0903/Bulungan menuntaskan pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Jembatan pertama di Desa Sajau Hilir sudah diresmikan, sementara jembatan kedua di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur, tinggal menunggu sentuhan akhir.
Komandan Kodim 0903/Bulungan Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja menyebut progres jembatan di Tanjung Agung saat ini mencapai 85 persen. "Insya Allah dua hari ke depan jembatan di Tanjung Agung sudah dapat difungsikan kembali," ujarnya di Tanjung Selor, Senin.
Kodim tidak berhenti di dua titik tersebut. Sepanjang tahun ini, satuan teritorial TNI AD itu berencana membangun dua unit jembatan aramco dan tiga unit jembatan beton di sejumlah desa. Proyek ini masih dalam tahap perencanaan dan persiapan.
Menurut Kolonel Dhuwi, jembatan aramco akan dibangun di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, dan di Desa Teras Nawang, Kecamatan Tanjung Selor. Sementara jembatan beton menyasar tiga titik yang tersebar di Desa Salimbatu dan dua desa lainnya.
Jembatan Perintis Garuda merupakan program pembangunan infrastruktur jembatan darurat yang dikerjakan langsung oleh satuan TNI di daerah. Materialnya dirancang untuk dipasang cepat dan mampu menahan beban kendaraan logistik dan warga.
Keberadaan jembatan ini menjadi vital bagi desa-desa di Bulungan yang kerap terisolasi saat musim hujan karena sungai meluap atau jembatan kayu lapuk. Dengan rampungnya dua jembatan di Tanjung Palas Timur, distribusi hasil bumi dan akses warga ke pusat kecamatan pun kembali normal.
Program ini juga menjadi bukti keterlibatan aktif TNI dalam pembangunan daerah di luar tugas pertahanan. Kodim 0903/Bulungan menargetkan seluruh proyek jembatan tahun ini rampung sesuai jadwal, sebelum musim hujan tiba.