Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 1,07% ke level 6.894 pada perdagangan Senin (11/5) pagi. Di tengah tekanan yang merata, sektor kesehatan justru menjadi satu-satunya sektor yang mencetak penguatan signifikan.
JAKARTA — IHSG memerah di awal pekan, namun investor justru berbondong-bondong ke saham emiten kesehatan. Sektor kesehatan melonjak 5,57% pada perdagangan Senin (11/5) pagi, menjadikannya sektor dengan kinerja terbaik bersama infrastruktur yang menguat 1,38%.
Empat dari lima saham dengan kenaikan tertinggi berasal dari sektor farmasi dan kesehatan. Saham MEDS melesat 32,48%, disusul IKPM naik 29,66%, LABS menguat 24,22%, serta KAEF dan PEHA yang sama-sama naik 23,12%.
Lonjakan ini terjadi saat mayoritas saham justru tertekan: dari total 735 saham yang diperdagangkan, 455 di antaranya melemah.
Sektor energi ambles 2,36%, menjadi pemberat utama IHSG. Sektor keuangan menyusul dengan koreksi 1,37%, di mana saham BMRI terpangkas 7,34% menjadi Rp 4.290 per saham. Nilai transaksi saham bank pelat merah ini mencapai Rp 756,8 miliar dengan volume perdagangan 1,76 juta saham.
Sektor industri dan transportasi ikut terseret, masing-masing turun 1,53% dan 1,08%. Sektor properti melemah 0,99%, sementara saham teknologi terpangkas 0,42%. Indeks LQ45 yang menjadi acuan saham berkapitalisasi besar ikut tergelincir 1,4% ke level 666.
Harga saham emiten tambang BRMS merosot 2% menjadi Rp 735 per saham, dengan level terendah menyentuh Rp 715. Sementara itu, saham AADI yang bergerak di bidang kesehatan justru ikut tertekan — turun 3,18% ke Rp 9.125, berbanding terbalik dengan kinerja sektornya yang sedang moncer.
Di sisi lain, saham PTRO turun 2,18% ke Rp 4.940. Nilai transaksi saham energi ini tercatat Rp 201,3 miliar dengan volume 408.884 saham.
Kerugian terbesar dialami pemegang saham ESIP yang anjlok 14,97%, disusul ASPR merosot 14,91%, dan SHIP terpangkas 14,90%. Saham NIKL ambles 13%, sementara MGNA kehilangan 11,76% nilainya dalam sehari.
Data RTI mencatat total frekuensi perdagangan mencapai 838.475 kali dengan volume 12 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 5,7 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.407.
Saham PADI menjadi yang paling sering berpindah tangan dengan frekuensi 48.370 kali, disusul MEDS 45.545 kali, dan BMRI 32.840 kali. Dari sisi nilai transaksi, saham BMRI memimpin dengan Rp 666,7 miliar, diikuti BUMI Rp 336,4 miliar, serta BRPT dan BBRI yang masing-masing mencatatkan Rp 251 miliar.
Koreksi IHSG pada awal pekan ini terjadi di tengah bursa Asia Pasifik yang bergerak bervariasi. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga global dan data ekonomi domestik yang akan dirilis pekan ini.