TARAKAN — Kepala UPTD Kantor Bersama Samsat Tarakan, H. Syaiful Adrie, menyebut penurunan target PKB dilakukan setelah melihat capaian penerimaan sepanjang tahun. Hingga akhir September 2026, realisasi PKB tercatat sekitar Rp19,51 miliar atau 46,55 persen dari target lama Rp42 miliar.
Angka itu jadi dasar penyesuaian target menjadi Rp30 miliar untuk 2026. Syaiful menilai tren penerimaan yang turun tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat.
"Kalau kita melihat pertimbangan penerimaan kita tahun ini, trennya turun. Itu salah satu faktor ekonomi," ujarnya.
BBNKB Ikut Terdampak Transaksi Kendaraan Baru
Target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tarakan ditetapkan Rp25 miliar. Realisasi hingga periode yang sama mencapai 51,89 persen.
Menurut Syaiful, BBNKB sangat bergantung pada transaksi pembelian kendaraan baru. Ketika kemampuan ekonomi warga tertekan, aktivitas jual beli kendaraan baru ikut melambat.
Dua pos pajak daerah lain juga mengalami penyesuaian pada 2026. Pajak Air Permukaan justru dinaikkan dari sekitar Rp450 juta menjadi Rp500 juta.
Pajak Alat Berat Turun Rp400 Juta, Ini Alasannya
Pajak alat berat diturunkan dari sekitar Rp500 juta menjadi Rp100 juta. Syaiful menjelaskan penyesuaian dilakukan mengikuti potensi masing-masing objek pajak di Tarakan.
Sebagian besar aktivitas perusahaan alat berat berada di wilayah kabupaten, seperti Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Malinau, dan Nunukan. Keberadaan di Tarakan hanya sebatas kantor.
"Kalau di sini cuma kantornya. Sementara beroperasinya di Bulungan, KTT, Malinau, Nunukan," ujarnya.
Realisasi Triwulan Ketiga Jadi Acuan Penyesuaian
Penurunan target PKB dan BBNKB mencerminkan pola penerimaan yang belum sesuai proyeksi awal. Samsat Tarakan memakai capaian hingga triwulan ketiga sebagai basis perhitungan.
Bagi wajib pajak, penyesuaian target tidak mengubah kewajiban pembayaran. Besaran pajak tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku untuk setiap kendaraan.
Perubahan target ini akan terlihat dampaknya pada laporan penerimaan pajak daerah Tarakan hingga akhir tahun anggaran.