TANJUNG SELOR — Ketua POBSI Bulungan yang juga Sekretaris Daerah Bulungan, Risdianto, menyatakan turnamen berlangsung selama tiga hari dengan format pertandingan yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah. Ia menilai persaingan antar kabupaten/kota menjadi tolok ukur sejauh mana pembinaan biliar berjalan di masing-masing wilayah.
"Momentum ini sangat strategis untuk melihat kekuatan masing-masing kabupaten/kota. Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat sejauh mana kemampuan yang dimiliki setiap daerah," ujar Risdianto.
Lima kabupaten/kota di Kaltara mengirimkan atletnya ke turnamen ini. Panitia menyediakan kuota 128 peserta, jumlah yang cukup besar untuk menguji kedalaman skuad tiap daerah.
Risdianto meminta seluruh peserta menjunjung sportivitas dan menjaga semangat persaudaraan antar atlet. Menurutnya, pengalaman bertanding di level provinsi menjadi bekal penting bagi pemain muda yang baru pertama kali menghadapi tekanan kompetisi antar daerah.
Turnamen ini diposisikan sebagai ajang evaluasi jelang Pekan Olahraga Provinsi Kaltara yang akan digelar di Kabupaten Malinau. Bagi pengurus POBSI, hasil pertandingan menjadi bahan penilaian untuk menentukan komposisi atlet yang layak dibawa ke Porprov.
Risdianto menyebut pertandingan ini dapat dimanfaatkan atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengevaluasi persiapan sebelum mengikuti Porprov Kaltara.
Risdianto menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bulungan, Syarwani, atas dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen. Dukungan itu dinilai penting agar pembinaan biliar di daerah berjalan berkelanjutan.
Selain sebagai persiapan menuju Porprov, turnamen ini diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga biliar. Pembinaan yang berkelanjutan dinilai penting untuk melahirkan atlet berprestasi yang dapat membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.
Risdianto juga berharap perkembangan olahraga biliar memberikan dampak positif bagi daerah, tidak hanya melalui prestasi atlet, tetapi juga melalui penyelenggaraan kegiatan olahraga yang berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.
Turnamen Bupati Bulungan Cup 2026 turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulungan dan Hari Jadi ke-236 Kota Tanjung Selor. Penyelenggaraan kegiatan bersamaan dengan momentum hari jadi daerah memberi bobot tersendiri bagi ajang ini.
Melalui kegiatan ini, POBSI Bulungan berharap pembinaan olahraga biliar di Kaltara semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet yang kompetitif dalam menghadapi Porprov maupun kejuaraan lainnya.