TANJUNG SELOR — Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dalam rapat paripurna peringatan hari jadi di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan, ia menyebut seluruh warga memiliki peran yang sama pentingnya.
Peringatan tahun ini mengusung tema "Pelestarian Budaya, Mantapkan Potensi Unggulan, Bulungan Berkelanjutan". Tema itu dipilih untuk memperkuat kecintaan terhadap daerah sekaligus memastikan pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan lingkungan.
Syarwani menekankan bahwa hari jadi daerah bukan sekadar perayaan rutin. Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu, sekaligus merefleksikan capaian dan tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
"Bulungan bukan hanya milik pemerintah. Bulungan adalah rumah kita bersama. Karena itu, kemajuan Bulungan membutuhkan kontribusi semua pihak," tegas Syarwani.
Ia berharap pembangunan yang terus berjalan tidak hanya menghadirkan kemajuan infrastruktur. Syarwani ingin pembangunan turut memperkuat kerukunan masyarakat, menjaga identitas budaya, dan melestarikan lingkungan bagi generasi mendatang.
Dalam pidatonya, Syarwani menyoroti pentingnya warisan non-fisik bagi generasi berikutnya. Ia tidak ingin pembangunan hanya diukur dari kemajuan infrastruktur semata.
"Jangan kita wariskan kepada generasi berikutnya hanya sebuah daerah dengan pembangunan fisik yang lebih maju. Wariskan pula masyarakat yang rukun, budaya yang terjaga, lingkungan yang lestari, pemerintahan yang baik dan semangat kebersamaan yang kuat," ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa arah pembangunan Bulungan ke depan tidak hanya menyasar aspek fisik. Kerukunan warga dan kelestarian lingkungan disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari kemajuan daerah.
Syarwani juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dan DPRD. Meskipun memiliki fungsi serta kewenangan berbeda, keduanya memiliki tanggung jawab bersama untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, semangat kolaborasi perlu terus dijaga agar potensi unggulan daerah dapat dikembangkan secara optimal. Kolaborasi itu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bulungan.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Pemkab Bulungan, serta unsur masyarakat.
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan sejarah singkat Bulungan dan Tanjung Selor, pemotongan nasi Rasul, serta pembacaan doa. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang daerah dan harapan agar Bulungan senantiasa diberi keberkahan, keselamatan, serta perlindungan.
Peringatan hari jadi ini menjadi pengingat bahwa masa depan Bulungan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Kuatnya persatuan, terjaganya budaya, dan kepedulian bersama dalam menjaga daerah disebut sebagai fondasi utama kemajuan Bulungan ke depan.