TANA TIDUNG — Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, Arief Prasetiawan, menyebut layanan DAMRI sebagai alternatif perjalanan bagi warga yang ingin ke Tanjung Selor. Tarif yang masih disubsidi membuat biaya perjalanan tetap terjangkau.
Lokasi keberangkatan berada di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, tepat di depan kantor Dinas PUPR PKP. Perjalanan dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam.
DAMRI menetapkan tarif berdasarkan titik awal dan tujuan perjalanan. Penumpang dari Tideng Pale, Sesayap, maupun Sekatak Buji menuju Tanjung Selor dikenakan tarif Rp 85 ribu.
Dari Panca Agung menuju Tanjung Selor, tarifnya Rp 60 ribu. Sementara perjalanan Tideng Pale menuju Panca Agung atau Pimping dikenakan Rp 80 ribu, dan Tideng Pale menuju Sekatak Buji Rp 50 ribu.
Untuk rute KTT-Tanjung Selor, DAMRI berangkat setiap hari pada pagi hari. Khusus Sabtu, 3 Oktober 2026, keberangkatan dijadwalkan pukul 09.30 WITA.
Warga disarankan datang lebih awal ke titik keberangkatan. Tujuannya memastikan ketersediaan tempat duduk sekaligus mengantisipasi keterlambatan.
Keberadaan angkutan ini menjadi pilihan transportasi darat bagi masyarakat Tana Tidung yang butuh perjalanan ke Bulungan. Tanjung Selor sendiri merupakan ibu kota Kabupaten Bulungan sekaligus ibu kota Provinsi Kalimantan Utara.
Subsidi yang masih diberikan menjaga keterjangkauan biaya perjalanan bagi pengguna transportasi umum. Arief menyatakan layanan tersebut membantu mobilitas warga antarwilayah.
"Keberadaan Damri tentu sangat membantu ya, karena ini sebagai alternatif masyarakat yang ingin ke Tanjung Selor, dan masih subsidi jadi harganya masih terjangkau," ujar Arief, sebagaimana diberitakan TribunKaltara.