TANA TIDUNG — Besi penahan yang menopang proses konstruksi Jembatan Garuda di Desa Buong Baru kini sudah dilepas dan dibongkar. Pembongkaran itu dilakukan setelah seluruh tahapan pekerjaan utama jembatan dinyatakan selesai.
Kondisi tersebut menandai bahwa proyek penghubung di Kecamatan Betayau ini bergerak menuju penyelesaian akhir. Sejumlah pekerjaan penutup masih dikerjakan untuk memastikan seluruh bagian jembatan siap dipakai.
Letkol Arm Raden Florensius Ferdian Ricarda menyampaikan bahwa besi penahan yang sebelumnya menjadi bagian dari proses konstruksi telah selesai dilepas. Pekerjaan itu menjadi salah satu penanda bahwa pembangunan Jembatan Garuda semakin dekat ke tahap penyelesaian.
Dengan progres yang terus dikebut, jembatan ini berada di fase akhir sebelum nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat. Penyelesaian sejumlah pekerjaan akhir masih dilakukan agar seluruh bagian jembatan siap digunakan.
Jembatan yang berada di Desa Buong Baru ini diharapkan memberi akses lebih aman sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat. Keberadaannya dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga Desa Buong Baru dan masyarakat di wilayah sekitarnya.
Selain memperlancar akses, kehadiran Jembatan Garuda diharapkan mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga di Kecamatan Betayau. Mobilitas yang lebih lancar membuka peluang bagi warga untuk menjangkau pasar, layanan pendidikan, dan fasilitas kesehatan di wilayah lain.
Kecamatan Betayau dikenal sebagai wilayah dengan sebaran permukiman yang terhubung oleh jalan dan jembatan penghubung antardesa. Ketersediaan infrastruktur penghubung menjadi penentu bagi warga yang hendak mengangkut hasil kebun maupun berdagang ke pusat kecamatan.
Pemerintah daerah dan Kodim 0914/Tana Tidung menaruh perhatian pada penyelesaian jembatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas di Kabupaten Tana Tidung. Setelah seluruh pekerjaan akhir tuntas, jembatan akan diserahkan untuk dimanfaatkan masyarakat Desa Buong Baru dan warga di sekitarnya.