Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memperluas distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga kawasan perbatasan Kalimantan Utara-Malaysia, khususnya Nunukan dan Sebatik. Perluasan penyaluran dilakukan melalui 224 jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Kaltara, bekerja sama dengan dinas terkait, TNI, dan Polri. Stok beras Bulog di Kaltara hingga pertengahan September 2026 tercatat sekitar 2.089 ton, terdiri atas 2.048 ton beras medium dan 41 ton beras premium.
TANJUNG SELOR — Perum Bulog Kanwil Kaltimtara menyalurkan beras SPHP ke wilayah perbatasan melalui jaringan RPK yang kini berjumlah 224 unit di Kaltara. Jaringan tersebut menjadi salah satu kanal distribusi utama selain kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin.
Kepala Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said menyatakan perluasan distribusi bertujuan memastikan beras SPHP tidak hanya tersedia di pusat perdagangan.
"Perluasan distribusi menjadi bagian dari upaya memastikan beras SPHP tidak hanya tersedia di pusat perdagangan, tetapi juga dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah Kaltara terkhusus Nunukan dan Sebatik," kata Musazdin di Tanjung Selor, Kamis.
Dari sisi logistik, Bulog mengoperasikan tiga gudang di Kaltara yang berlokasi di Nunukan, Tarakan, dan Bulungan. Gudang-gudang tersebut berfungsi memperdekat pasokan ke wilayah dengan tantangan geografis dan logistik.
Untuk wilayah Sebatik, Bulog menggandeng mitra distribusi setempat. Kehadiran gudang di Nunukan dan mitra di Sebatik membuat pasokan bisa ditempatkan lebih dekat dengan warga perbatasan.
"Di wilayah Sebatik, kami memiliki mitra distribusi. Keberadaan gudang tersebut menjadi penopang distribusi, terutama untuk memperdekat pasokan ke wilayah yang memiliki tantangan geografis dan logistik," ujar Musazdin.
Bulog mencatat stok beras di Kaltara hingga pertengahan September 2026 mencapai sekitar 2.089 ton. Rinciannya, 2.048 ton beras medium dan 41 ton beras premium.
Musazdin menegaskan komitmen Bulog untuk terus hadir di kawasan perbatasan melalui penyaluran SPHP secara masif ke masyarakat Sebatik dan Nunukan.
"Untuk di Wilayah perbatasan Bulog berkomitmen untuk terus hadir, dengan pendistribusian penyaluran SPHP secara masif ke masyarakat di Sebatik dan Nunukan," ujarnya.
Selain RPK, Bulog mengintensifkan intervensi pasar melalui GPM mandiri di kompleks pergudangan. GPM bersama Dinas Pangan dan kolaborasi dengan Bank Indonesia masing-masing dilaksanakan sekitar dua kali dalam sebulan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kesinambungan pasokan beras sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap SPHP. Karakteristik Kaltara yang memiliki wilayah kepulauan dan perbatasan menjadi pertimbangan utama dalam penyaluran.
Dengan penyaluran tersebut, distribusi SPHP diharapkan berlangsung lebih lancar sekaligus menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat di kawasan perbatasan.