TANA TIDUNG — Pengerjaan infrastruktur Jembatan Perintis Garuda di Desa Buong Baru, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, terus menunjukkan kemajuan fisik yang signifikan. Pada Sabtu (9/5/2026) pagi, puluhan personel TNI bersama masyarakat setempat terpantau mulai melakukan pengecoran pada sisi seberang jembatan.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 Wita ini melibatkan personel dari Kodim 0914/TNT dan Yon TP 922/Upun Taka. Keterlibatan unsur militer dalam proyek ini bertujuan untuk memastikan percepatan pembangunan fasilitas publik yang menjadi tumpuan utama aktivitas ekonomi warga desa.
Kondisi medan menuju lokasi proyek yang cukup menantang tidak menjadi penghalang bagi para personel di lapangan. Sejak pagi hari, para prajurit bersama warga bahu-membahu menyiapkan material bangunan dan melangsir bahan cor ke titik pengerjaan secara manual.
Proses pencampuran material cor juga dilakukan secara bergantian untuk menjaga ritme kerja dan stamina. Kekompakan terlihat jelas saat warga dan personel Yon TP 922/Upun Taka berbagi tugas, mulai dari mengangkut semen hingga memastikan komposisi material cor tercampur dengan sempurna.
Antusiasme warga Desa Buong Baru cukup tinggi dalam membantu pengerjaan ini. Hal tersebut didorong oleh kebutuhan mendesak akan akses jembatan yang representatif guna menunjang mobilitas harian dan pengangkutan hasil bumi dari wilayah tersebut.
Pengecoran pada bagian sisi seberang jembatan dilakukan secara bertahap. Metode ini dipilih untuk memastikan konstruksi beton benar-benar solid, kokoh, dan memiliki daya tahan lama terhadap beban kendaraan maupun kondisi cuaca di Kalimantan Utara.
Selama proses pengerjaan, faktor keamanan dan ketelitian menjadi prioritas utama. Seluruh personel yang terlibat diinstruksikan untuk mengikuti spesifikasi teknis pembangunan agar hasil akhir jembatan sesuai dengan standar keamanan infrastruktur pedesaan.
Kehadiran personel Kodim 0914/TNT di lokasi pengerjaan merupakan wujud nyata dukungan TNI dalam program percepatan pembangunan di wilayah pelosok. Sinergi ini tidak hanya mempercepat penyelesaian fisik jembatan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara aparat dan warga setempat.
Jembatan Perintis Garuda diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan pemukiman warga dengan pusat aktivitas di Kecamatan Betayau. Saat ini, warga sangat bergantung pada jembatan tersebut untuk memangkas waktu tempuh perjalanan darat.
Dengan progres pengecoran yang terus dikebut, pembangunan jembatan ini diharapkan dapat rampung dalam waktu dekat. Setelah selesai, fasilitas ini akan langsung diserahterimakan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Buong Baru dan sekitarnya untuk mendukung produktivitas wilayah.